Jumat, 15 Juni 2012

KUMPULAN PUISI SELAMAT DATANG YA RAMADHAN 2012

 SELAMAT DATANG YA RAMADHAN
Marhaban ya Ramadhan…
Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan tahun 1433H, Dunia Aretha mengadakan Lomba Foto & Berbagi Cerita dengan tema ‘Puasa Bareng Si Kecil’.
Pengen tahu gimana caranya..?? coba Ayah Bunda simak yukk..^_^

MARHABAN YA RAMADHAN
Sadarudin

Selamat datang Ramadhan, bulan suci
Bulan untuk mensucikan jiwa dan hati
Bulan untuk menebar kasih dan emphaty
Demi tegaknya harmoni dalam masyarakat madani

Menaklukkan nafsu angkara murka
Tidak hanya bulan Ramadhan saat kita puasa
Tapi di bulan berikut, setelah bulan puasa
Sehingga nilai-nilai puasa jadi refleksi dari pola perilaku kita

Dengan Puasa kita didik diri kita sendiri
Menjadi insan yang taqwa dan disiplin diri
Insan penuh dedikasi dalam bermasyarakat
Dedikasi untuk kemaslakhatan dan harmoni

Puji syukur kuucapkan kepada Allah, wahai Tuhanku
Yang memberi kesempatan kepadaku
Kesempatan puasa bersama sahabat seimanku
Pada Ramadhan yang penuh, rakhmat dan ampunan-Mu

Semoga kita memperoleh kemenangan dalam berpuasa
Kemenangan dalam pengendalian diri dan mencapai kesabaran
Menjadikan karakter kita jadi lebih tangguh, berakhlak mulia
Itulah Kemenangan hakiki dalam berpuasa

31 Juli 2011

http://forum.kompas.com


Kutangisi Ketika Berlalu

Ketika bulan nan indah hadir
ketika hati berdebu berpeluh dosa
ketika pikiran terselimuti angkara murka
ketika lisan tiada terjaga
ketika mata berkeliaran bebas
ketika prasangka terus menggrogoti nurani
Ketika bulan nan indah pergi
meninggalkan tangis yang masih tersisa
yang telah terkuras dihari-hari suci
ketika hati bertarung antara jujur dan khianat
ketika hati bertahan antara ikhlas dan murka
masihkan bisa bertahan tanpa bulan ini
saat rutinita harus kembali normal?
Sungguh banyak berharap bulan ini terus ada
ketika bertahan dalam alpa
selalu ada kekuatan untuk melawan
ketika amarah membuncah
masih ada kendali yang menjaga
sungguh bulan yang maha besar dan suci
ramadhan berlalu aku tangisi berlalumu
Semoga kumasih diberi kesempatan
untuk memeluk dan mencium wangi sucinya
menyejukan jiwa mewangikan jalan hidup
penuh harapan dan doa ya Rabb
Amiin
 12 September 2011, Bursa Efek Jakarta – Dalam meja kerjaku yang semakin tua


PUISI RAMADHAN HARI PERTAMA

Hari Pertama Dimulai Kisah Kematian
Hari ini, hari pertama kutunaikan puasa
aku sudah bertekad mengunci bibir ini untuk
banyak bicara
Di kendaraan omprengan yang mengantarkan aku ke kantor
Berkumpul beberapa ibu dan bapak
Dan aku hanya sebagai pendengar
Puasa hari pertama
aku kunci mulut ini
Aku takut berbuat dosa dari lisan
Cerita mengalir berawal
Sebuah kematian seorang ayah dari sahabat temanku
Bercerita kemarin sore ayahnya meninggal
tanpa firasat dan tanpa pesan
Cerita juga mengalir dari sahabatku yang lain
Tentang tetangganya yang sehat tiba-tiba anfal
hanya akhir-akhir ini kerap pusing
hingga ajal menjemput dua hari lalu
Kami jadi merinding
Dan tiba-tiba ciit mobil mengerem mendadak
Kemacetan yang sudah mulai terasa
Terungkap di km 15 Jagorawi
Kita melihat sebuah truk minuman terjungkal tanpa ampun
Seonggok mayat terjepit tengah dievakuasi
Kami merinding
Astaghfirullah…
Ya Rabb lindungi kami yang akan bekerja demi sesuap nasi
Pagi yang suram penuh bayang-bayang kematian.

Jagorawi km 15



Tersadar Saat Kau Hadir

Dalam keramai hiruk pikuk
Dalam suasana penuh kemunafikan
Diantara topeng-topeng wajah
Berpendar gemerlam malam
Dalam mabuknya arak 
Kuseakan tidak perduli
Bahagia, aku merasa bahagia
walau dalam sakit
Aku tiada bisa berhenti
Seringi dentuman musik
yang selalu menemani aku
habiskan malam-malam 
Dalam pesakitan ini
Tiba-tiba kutertohok
Kutersadar
Sebuah kehadiran nan indah
Hingga kuterlarut dalam uraian
Tangis dan sesal 
Seakan kau hadir begitu saja
Tersadar aku dalam aluanan
Ayat-ayat suci menggema
Dalam laku shaum berperisai sabar
Kekuatan baru memberanikan
sebuah kejujuran
Kubersimpuh penuh nista
Apalah semua kesombongan terumbar
Manisnya arak yang telah kureguk
Semua sirna larut dalam sujud-sujud penyesalan
Beribu doa ingin aku tebar
Air mata ingin kuhabiskan
Untuk membasuh debu hati
Ingin kuukir beribu penyesalan
Ketika rahmat, pengampunan Engkau bentang
Kau ketuk pintu hati yang lama terkunci
oleh indahnya fatamurgana duniawi
Cahaya Ramadhan sinari hati
Terpekur dalam doa
Untuk kembali pada hakikatnya diri
Ya Rabb aku ingin kembali
Saat pertama kau hembuskan
Roh hidup untukku
Ijinkan aku melewati indahnya kemurahan Mu




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SILAHKAN BERKOMENTAR=--

Berikan Saran Dan Pendapat Sobat, Syukur - Syukur sobat mau menjadi FOLLOWERS blog ini, HEHEHEHEEE...
Saya Mohon Maaf Bila Dalam Penulisan Artikel Diatas Ada Kalimat atau Kata Yang Salah.. (<> , <>)

JANGAN BERKOMENTAR SPAM .!!!!

TERIMAH KASIH