Jumat, 31 Mei 2013

Doa para nabi dan Rasul 2013


Bismillahirrahmaanirrahiim...
Dari sebuah blog, H44 edit & koreksi...... lama jg ^___^
Semoga menginspirasi untuk doa-doa harian kita. aamiin
Dan suatu saat note ini bisa ditengok-tengok lagi.?
............................................................................

Doa-doa orang-orang terdahulu saja (Seperti do’a para Sahabat, tabi’in, tabiit, para Wali, Anbiya diijabah (dikabul) oleh Allah, apatah lagi do’a para Nabi dan Rasul? Hakikatnya do’a para Nabi dan Rasul itu contoh untuk kita (umat) sebagai amaliyah, wabil khusus doa-doaa manusia pilihan, kekasih Allah, Nabi termulia, Rasul paling Agung .

Dan Tuhanmu berfirman : Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS. Al-Mukmin : 60)
  • Sementara didalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Tirmidzi, Rasulullah bersabda : (yang artinya) ”Do’a itu adalah otaknya ibadah.”
  • Dan Hadist riwayat Imam Hakim dan Abu Ya’la, bersabda Rasulullah : (yang artinya) ”Do’a itu adalah senjata orang yang beriman dan tiangnya agama serta cahaya langit dan bumi.”
***

”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 186)

”Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. (QS. Al-Mukmin : 60)
”Bedo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al-A’raaf : 55)
”Maka serulah (sembahlah) Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya” (QS. Al-Mukmin : 65)

***


Do’a-do’a para Rasul yang termaktub didalam kitab suci AL-Qur’an dan Al-Hadist seperti berikut ini :

  • Doa – doa Nabi Ibrahim
رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami) sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah : 128-129)
 Menurut riwayat Al-Baghawy, bahwa Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As membaca do’a ini dikala membina Ka’bah.


رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah do’aku. Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS. Ibrahim : 40 - 41)
Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Ibrahim As mengucapkan do’a ini sesudah beliau (telah) memperoleh anak Ismail dan Ishaq.

رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ
(Ibrahim berdo’a): Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukanlah aku kedalam golongan orang-orang yang shaleh. Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai Syorga yang penuh kenikmatan.” (QS. Asy-Syu’ara : 83-85).
 Dan menurut keterangan ahli tafsir do’a inilah yang selalu diucapkan oleh Nabi Ibrahim As.
”Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku (seorang anak) dari anak-anak yang shaleh.”
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Ibrahim memohon dengan do’a ini sebelum memperoleh anaknya Ismail.

رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ ﴿الممتحنة
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَٱغْفِرْ لَنَا رَبَّنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Mumtahanah :4-5)
 Menurut keterangan ahli tafsir Nabi Ibrahim As dan pengikut – pengikutnya selalu berdo’a dengan do’a ini.



  • Do’a - Do’a Nabi Nuh :
قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِى وَتَرْحَمْنِىٓ أَكُن مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
”Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakekatnya). Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Hud : 47)
 Menurut Al-Qur’an sendiri, do’a inilah yang diucapkan oleh Nabi Nuh As sesudah ditolak Allah, karena memohon dilepaskan anaknya (Kan’an) yang kafir dan yang tenggelam.
”Ya Tuhanku tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat.”
 Menurut ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi Nuh As sesudah diselamatkan Allah dari bahaya taufan.

رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارًۢا
”Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk kerumahku dengan beriman dan semua orang beriman yang laki-laki dan yang perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang dzalim itu selain binasaan.” (QS. Nuh :28)
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Nuh As dikala hendak meminta dibinasakan kaumnya lantaran ingkar, beliau memohon dengan do’a ini untuk diselamatkan beserta pengikut-pengikutnya.

***



  • Do’a Nabi Zakaria
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
”Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a.” (QS. AL-Imron :38)
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Zakaria setelah masuk kedalam mihrabnya dan menguncikan segala pintu, memohon kepada Allah supaya diberikan kepadanya seorang anak yang diterangkan dalam Al-Qur’an dengan do’a ini.

وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ
Ya Tuhanku, Janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkau lah waris yang paling baik.” (QS. Al-Anbiya : 89)
 Menurut keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi Zakaria As ketika beliau belum memperoleh anak.

***


  • Do’a-do’a Nabi Musa
قَالَ رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى
Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku.” (QS
Thaahaa : 25)
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Musa As dikala merasa takut menghadapi Fir’aun memohon kepada Allah dengan do’a ini.

قَالَ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَٱغْفِرْ لِى فَغَفَرَ لَهُۥٓ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku.” (QS. Qashas : 16)
 Menurut keterangan ahli tafsir, do’a ini yang diucapkan oleh Nabi Musa As setelah membunuh orang Kurby.

وَٱحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِى
Wahai Tuhan kami, lepaskanlah aku dari kaum yang dzalim.” (QS Thaahaa : 27)
 Do’a inilah yang diucapkan Nabi Musa As ketika meninggalkan Mesir dan menuju ke Mad-yan.


رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ ....
Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. AL-Qashash :24)
 Do’a inilah yang diucapkan Nabi Musa As ketika sampai di Mad-yan dan menderita kelaparan.

قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِأَخِى وَأَدْخِلْنَا فِى رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
 ”Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukanlah kami kedalam Rahmat Engkau dan Engkau adalah Maha Penyayang diantara Para Penyayang.” (QS. Al-A’raaf : 151)
أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْغَٰفِرِينَ
أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْغَٰفِرِينَ
Engkaulah yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami Rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan didunia ini dan akherat. Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau.” (QS. AL-A’raaf :155-156)

 ***



  • Do’a Nabi Isa :
قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ ٱللَّهُمَّ رَبَّنَآ أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِّنكَ ۖ وَٱرْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu kehidupan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, beri rezeki kami dan Engkaulah Pemberi rezeki yang paling utama.” (QS. AL-Maaidah :114)
  Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Isa As sesudah bersembahyang dua rakaat, kemudian menundukkan kepalanya sambil berdo’a dengan do’a ini serta sambil menangis.

***



  • Do’a Nabi Syu’aib :
رَبَّنَا ٱفْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِٱلْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْفَٰتِحِينَ ...
Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan yang hak (adil) dan Engkaulan Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.” (QS. Al-A’raf : 89)
 Menurut ahli tafsir, Nabi Syu’aib setelah putus asa mengajak beriman kaumnya beliau berdo’a dengan do’a ini.



  • Do’a Nabi Adam :
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
 ”Ya Tuhan kami, kami telah dzalimkan diri kami sendiri, Jika Engkau tidak mengampuni kami dan Engkau rahmatkan kami, tentulah kami menjadi orang yang rugi.” (Al A'raf : 23)
 Menurut keterangan AL-Qur’an sendiri do’a inilah yang diucapkan Nabi Adam dan Hawa sesudah beliau dikeluarkan dari Syorga dan diusir oleh Tuhan kedunia, dengan memohon ampun terhadap dosanya dengan do’a ini.



  • Do’a Nabi Ayyub :
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Ya Tuhanku, bahwasanya aku telah ditimpa bencana, dan Engkaulah Tuhan yang paling rahim dari segala yang rahim (Penyanyang.” (Al Anbiyaa : 83)
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Ayyub As dikala mendapat cobaan dari Allah lalu berdo’a dengan do’a ini.


  • Do’a Nabi Sulaiman :
رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ ..
Ya Tuhanku, berikanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS. An-Naml : 19)
 Menurut keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi Sulaiman As, sesudah memperoleh kerajaan yang besar dari Allah SWT.


  • Do’a – Do’a Nabi Luth :
رَبِّ نَجِّنِى وَأَهْلِى مِمَّا يَعْمَلُونَ
 (Luth berdo’a) : “Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.” (QS. Asy-Syu’araa :169)
 Menurut keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Luth untuk memohon supaya beliau dan keluarganya dipelihara Allah dari tindakan kaumnya yang buruk itu.
“Tuhanku, tolonglah aku terhadap kaum yang berbuat kerusakan.”
  Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Luth berdo’a dengan do’a ini sesudah kaumnya meminta supaya mereka beri bencana oleh Allah sekiranya kalau Luth benar-benar seorang Nabi.


  • Do’a Nabi Yusuf :
رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ
Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.” (QS. Yusuf :101)
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Yusuf memohon kepada Allah dengan do’a ini dikala beliau dijadikan wazir Negara Mesir.



Do’a Nabi Yunuf :

وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
”Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Anbiya :87)
 Menurut keterangan ahli tafsir, inilah tasbih yang diucapkan Nabi Yunus dikala beliau ditelan ikan.



  • Do’a – Do’a Nabi Muhammad :
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan dunia dan kebaikan di akhirat dan periharalah kami dari adzab neraka.” (QS Al Baqarah : 201)
 Menurut riwayat Al-Baghawy dari Anas ra, do’a inilah yang selalu diucapkan Nabi Muhammad (lihat tafsir Al-Baghawy I :158)


 رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
”Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (QS. Al-Baqarah : 286)
 Menurut riwayat Al-Baihaqy, Nabi Muhammad bersabda : ”Dua ayat dari akhir AL-Baqarah, apabila seseorang membacanya dimalam hari, maka terpeliharalah ia dari segala bencana.”


رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ
”Ya Allah, Janganlah Engkau palingkan hati kami setelah menerima petunjuk Engkau, dan berilah kami akan Rahmat dari Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang banyak pemberiannya.” (QS. Al-Imran : 8)
 Menurut riwayat AL-Baghawy, Nabi bersabda : ”Segala jiwa manusia terletak antara dua tangan Tuhan, Tuhan memerengkan dan Tuhan melempangkannya. Karena itu Nabi berdo’a selalu mengucapkan : Allahumma ya muqallibal qulubi tsabit qulubana ’ala diinika.

رَبَّنَآ إِنَّكَ جَامِعُ ٱلنَّاسِ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ
”Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan) pada hari yang tak ada keraguan padanya.” Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS. Al-Imran : 9)

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
”Katakanlah : Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau Cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam kesiang dan Engkau masukkan siang kedalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisap. (QS. Ali Imran : 26-27)
 Menurut riwayat Al-Baghawy bahwa Rasulullah SAW bersabda : Fatihatul Kitab dan dua ayat dari Al – Imron yaitu dari ayat 26-27 bila dibaca dibelakang shalat, niscaya Tuhan menjanjikan Syorga untuknya.


وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَٰنًا نَّصِيرًا
”Ya Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara yang baik dan keluarkanlah aku dengan cara yang baik dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (QS. Al-Israa : 80)
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi SAW berdo’a dengan do’a ini memohon kepada Allah supaya beliau dapat mengalahkan musuh-musuhnya sesudah berkediaman di Madinah.


فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا
Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan" 
 Menurut keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi untuk memperoleh faham yang luas dalam memahamkan ayat-ayat Allah.


قَٰلَ رَبِّ ٱحْكُم بِٱلْحَقِّ ۗ وَرَبُّنَا ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ
”Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan.” (QS. Al-Anbiyaa : 112)
 Menurut keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi Muhammad sebelum beliau memperoleh kemenangan perang Badar. (Al-Khazim 4 : 264)


رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
”Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada diantara orang-orang yang dzalim.” (QS. Al_Mukminun : 94)
 Menurut keterangan ahli tafsir do’a inilah yang diucapkan Nabi Muhammad supaya dipelihara Allah dari bencana yang mungkin menimpa kaum yang dzalim.


وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ
”Ya Tuhanku aku berlindung kepada-Mu dari bisikan – bisikan syaithan. Dan Aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku dari kedatangan mereka kepadaku.” (QS. Al-Mukminun : 97-98)
 Menurut keterangan ahli tafsir inilah salah satu do’a yang diperintahkan supaya Nabi membacanya : Karena do’a ini sering sekali meminta perlindungan dengan membaca do’a ini, yang tersebut dalam Iftitah shalat. (Lihat Al-Khazim, 5 : 36)


........................
Saudaraku, sesungguhnya masih terlalu banyak do’a-do’a Nabi Muhammad yang terdapat didalam Kitab Suci AL-Qur’an dan Al-Hadist...


Sumber di Facebook dan google

Senin, 14 Januari 2013

Riques MBM

KOLOM RIQUES MARGA BUMI MAJAPAHIT

1. FAIZ SALES PROPERTI : Gan cariin dong kata-kata lucu, motivasi biar gak suntuk.

2. IRPA MBP : Komunitas Remaja Pecinta Alam : Broooo... kirim humor yang emang asyik gt lhoooo.













Buat sobat... bisa kirimkan email untuk Riques kepada kami :

Yahoo mail : faisolzubaidi@yahoo.com

Gmail : faisolzubaidi@gmail.com

e-KTP dilihat on line lewat internet atau HP

 E-KTP BISA DILIHAT ON LINE

Sekarang kita gak usah repot-repot nunggu e-KTP yang belum di bagi. Bagi anda yang sudah REGISTER / FOTO e- KTP bisa langsung dilihat secara on line lewat internet, HP yang sudah mendukung internet. Tapi saya yakin dari para pembaca sudah banyak yang punya HP dengan fitur pendukung.

Aplikasi on line e-KTP ini kami hadirkan buat pembaca setia MARGA BUMI MAJAPAHIT yang banyak RIQUES tentang cara melihat e-KTP dilihat secara on line. Mereka sudah tak sabar melihat e-Ktp Nasional. Tapi kenyataannya e-KTP kita sudah terdaftar secara Internasional sehingga untuk memudahkan pencarian orang yang mempunyai e-KTP dobel.
Berikut gambar e-KTP yang sudah jadi dan proses pembuatannya. Tak lupa pula kami sertakan langkah-langkah untuk melihat e-KTP secara on line milik pembaca masing-masing.


 TAMPAK BELAKANG ADA HOLOGRAM yang isinya informasi kita.

TAMPAK DEPAN IDENTITAS KITA


 PROSES SIDIK JARI



PROSES SCAN MATA

 



LANGKAH-LANGKAH untuk melihat e-KTP secara on line. Dibawah sudak kami sertakan cara isi atau tutorialnya.

TAHAP PERTAMA
1. ISIKAN NAMA DEPAN
2. ISIKAN NAMA BELAKANG



TAHAP KEDUA
PILIH NEGARA MASING-MASING


TAHAP KETIGA

Tahap ini yang akan menunjukkan GAMBAR e-KTP anda sesuai dengan alamat anda. Tekan SEARCH untuk melihatnya




UNTUK PENGISIAN KLIK GAMBAR DIBAWAH INI

Selamat mencoba...

By : MARGA BUMI MAJAPAHIT

Silahkan di sebar luaskan kepada teman-teman yang membutuhkan tanpa mengurangi isi dari content e-KTP. Sebelumnya berilah komentar dulu tentang MARGA BUMI MAJAPAHIT.


Sabtu, 12 Januari 2013

EMPEK-EMPEK DOLLY vs EMPEK PALEMBANG

 Ini kupersembah kan buat pengunjung setia MARGA BUMI MAJAPAHIT khususnya keluarga bersar IRPA MBP. Ini adalah obrolan pada waktu kemping di gunung Argo Puro.Dimana trek pendakian terpanjang di pulau Jawa atau mungkin aku yang tak pernah mendaki lagi........
Memang perjalanan demi perjalanan begitu melelahkan sampai dipuncak oooooohhhhhh betapa nikmat anugrah yang di berikan oleh Tuhan yang Maha Esa. Mungkin aku juga orang yang terlambat menikmati ciptaan yang Kuasa. Sedikit demi sedikit rasa capek yang kami rasakan sudah mulai normal dan melanjutkan perjalanan lagi menuju puncak puncak gunung argo puro.

Lihat kebawah terus...... dan berjalan setapak demi setapak kulalui kan kucari kesegaran yang alami


Setelah perjalan yang melelahkan maka kuturunkan bekal kebawah terus...... istirahat sebentar
 Ehhh tunggu tak jalan Lagi karena tinggal sedikit lagi....
 
 Lihat kebawah terus...... terus cari ceritanya....
 Jangan istirahat dulu....
 Lihat kebawah terus...... wah sukak kali mejeng....


 Masih jauh pak ceritanya...... capek pak bawah tas besar....


Tuh ..... lihat kebawah udah dekat kan?
 
sambil istirahat tak rasakno empek e


Ini kupersembah kan buat pengunjung setia MARGA BUMI MAJAPAHIT khususnya keluarga bersar IRPA MBP. Ini adalah obrolan pada waktu kemping di gunung Argo Puro. Disela-sela rasa capek kita selali bercanda hanya untuk melepas rasa lelah. Tak terasa gurauan itu penjadi asyik sampai sampai ada yang berbicara tentang makanan :

Yudi : Nul lapar
Eko : yuk masak mas
Yosep : masak opo / apa?
Oong : walah pancet ae paling-paling masak mie
           (sama ja paling2 masak mie instan)
Yudi : Iya bosen mie.. lha terus kamu pingin apa Ko?
Eko :  Kangen Empek-empek Palembang
Jainul : Gampang nanti tak copy paste
Yudi : Jamput tambah luweh
          (buset tambah lapar)
Yosep : sebetunya enak ta empek-empek palembang tu?
            aku belum pernah rasa empek-empek palembang.

Disela-sela obrolan masalah empek ehhhh ada group lain yang ikut nyambung

Jhontor : mas kalau aku udah pernah rasa EMPEK-EMPEK  Dolly
Sinyo : iyo mas enak tenan rasane
            kalau EMPEK-EMPEK Palembang aku juga belum

Karena Jhontor dan Sinyo ktrok itulah OONG usil bertanya

Oong : Ko apa bedanya EMPEK-EMPEK Palembang dan EMPEK-EMPEK Dolly?
 Eko : kalau EMPEK-EMPEK Palembang rasa tergantung selera. ada yang mau pedas ada jg yang tidak.
Oong : kalu kamu Jhon apa bedanya EMPEK-EMPEK Palembang dan EMPEK-EMPEK Dolly?
Jhontor : EMPEK-EMPEK  Dolly rasanya dari ujung rambut sapai ujung kaki... uuueeennnaaak po0lll
Yosep : kalau jawab ku gini brooo
             kalau EMPEK-EMPEK Palembang cuma terasa dilidah aja
            kalau EMPEK-EMPEK  Dolly rasanya bukan cuma diladah aja, jimat laki-laki kita juga terasa ngajak demo minta adu jotos. Bentoel kata Jhontor
Eko dan teman-teman yang gak tau EMPEK-EMPE  Dolly hanya melongo alias bengong sambil
ada paduan suara HAAAAAAA!!!!!!!!!

Setelah sadar baru tertawa HAHAHAHAHAHA...... 1000X

Ini perbedaan kata antara EMPEK-EMPEK Palembang yang maksudnya makanan sebenarnya sedangkan EMPEK-EMPEK  Dolly yang identik dengan makanan birahi hi hi hi.... yang terkenal dengan lokalisasinya.

Bagaimana menurut anda yang sama-sama kebutuhan...
Anda pilh mana EMPEK-EMPEK Palembang apa EMPEK-EMPEK  Dolly?


Dari pada buat kedolly buat aja Beli IMPIAN ini hasil buah karya IRPA MBP

Setelah membaca berikan komen dari pertanyaan Bumi untuk anda......!!!!



Jumat, 17 Agustus 2012

Ucapan Do’a Idul Fitri dan Jawabannya


Ucapan Do’a Idul Fitri Saat Bertemu
تَقَبَلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ وَكُلُّ عَامٍِ بِخَيْرٍ مِنَ العَائِدَيْنِ وَالفَائِزِيْنَ
Semoga Allah menerima ibadah saum kami & anda semua. Dan setiap tahun semoga ada dalam kebaikan. Dan semoga termasuk orang-orang yg kembali kpd kesucian & menjadi orang-orang yg beruntung.


Jawaban ucapan do’a Idul Fitri
تَقَبَّلَ يَاكَرِيْمٌ
Semoga Allah yg Mulia mengabulkannya.

DOA HARI RAYA IDUL FITRI

Add caption
DOA HARI RAYA IDUL FITRI
DOA hari Raya Idul Fitri ini dikutip dari buku Ash Shahifah As Sajjadiyyah (Kumpulan doa-doa mustajab Imam Ali Zainal Abidin as. Beliau adalah cucu Baginda Nabi Muhammad SAW). Dibaca sesudah melakukan salat Idul Fitri, sambil berdiri menghadap ke kiblat.
WAHAI Dia yang mengasihi hamba-NYA yang tak dikasihi oleh manusia lainnya. Yang mengabulkan dan menerima hamba-NYA yang tak diterima oleh negeri-negeri lain. Wahai yang memperhatikan permintaan hamba-NYA yang menghaturkan keperluan kepada-NYA. Wahaiyang tak menyia-nyiakan keinginan hamba-NYA yang bermohon kepada-NYA.

Wahai yang tidak menjawab hamba yang menghadap-NYA dengan penolakan. Wahai yang menghargai amalan kecil yang dipanjatkan pada-NYA dan menyukuri yang ringan yang telah diamalkan untuk-NYA.
Wahai yang menghargai amalan yang sedikit dengan ganjaran yang banyak. Wahai yang mendekatkan diri-NYA kepada hamba yang mendekati-NYA. Wahai yang mengundang hamba-NYA yang berpaling dari-NYA untuk bergegas menuju kepada-NYA. 

Wahai yang tak mengubah nikmat-NYA dan tidak mempercepat siksaan kepada hamba-NYA. Wahai yang membuahkan kebaikan dan memaafkan kesalahan serta mengampuninya. Semua harapan bergantung pada kemurahan-MU baik untuk mengabulkan segala keinginan maupun menerima segala keperluan. Dengan kucuran anugerah-MU bejana-bejana keinginan kian penuh berhamburan. Segala sifat tak mampu melukiskan gambaran-MU.

Bagi-MU, ketinggian yang Maha Tinggi di atas segala yang tinggi, kemulian yang Maha Mulia di atas segala kemuliaan. Setiap yang besar Engkau anggap kecil dan sepele. Yang mulia menjadi hina bila berada di samping Kemuliaan-Mu. Sungguh merugi orang-orang yang bersandar dan berharap pada selain diri-MU.
Sungguh sia-sia orang-orang yang memohon pertolongan selain diri-MU yang mencari perlindungan selain kepada kemurahan-MU. Pintumu senantiasa terbuka kepada orang-orang yang mengharap-MU dan pertolongan-MU sangat dekat bagi mereka yang mengharapkannya.

Tidak kecewa orang-orang yang mengharap-MU, tidak putus asa yang mengharapkan pemberian-MU, tidak merugi yang memohon ampunan kepada-MU dari siksa-MU. Karunia-MU terbuka untuk semua, bahkan bagi si pendurhaka. Kemurahan dan santun-MU tetap berlaku, bahkan bagi mereka yang berpaling dari-MU. Kebiasaan-MU adalah berbuat baik bahkan pada mereka yang buruk. 

Sunnah-MU adalah memberi kesempatan kepada manusia yang melampaui batas yang ditentukan, sehingga kemurahanmu itu membuat mereka menahan diri untuk tidak kembali berbuat kesalahan lagi. Penanguhan-MU mencegah mereka untuk cenderung kembali berbuat kejahatan yang tercela.
Engkau menangguhkan mereka agar kembali kepada perintahmu, Engkau bubuhkan mereka dengan keyakinan akan agungnya kekuasaan-MU. Siapapun yang termasuk ke dalam kelompok orang yang berbahagia, Engkau akan akhiri hidupnya dalam kebahagiaan. 

Siapapun yang tergolong ke dalam orang-orang yang sesat, Engkau akan hina hidupnya dengan kesesatan. Semuanya tertunduk pada hokum-MU. Segala urusan berpulang kepada perintah-MU. Kekuasaan-MU tidak akan menjadi luluh bila Engkau menangguhkan mereka dalam waktu yang lama.
Hujah-MU tak pula menjadi luntur dan berkurang nilainya bila Engkau tak menangguhkan mereka. Hujjah-MU abadi selamanya. Kekuasaan-MU akan berlaku dan tak akan hilang. Maka kecelakaan yang besar bagi yang menyimpang dari ajaran-MU, kerugiaan yang nyata bagi yang menyalahi ajakan-MU, kemalangan yang pahit bagi yang tertipu oleh-MU.

Alangkah banyak perilaku yang membuat mereka terherumus ke dalam azab-MU. Alangkah panjangnya bolak-balik mereka dalam siksa-MU. Alangkah jauh harapannya memperoleh kelapangan, alangkah sulit dan outus asanya memperoleh jalan keluar yang termudah.

Semua itu berkat keadilan-MU yang tak pernah curang. Semua itu semata berdasar pada kematangan keputusan-MU yang tak pernah menyimpang dari kebenaran. Engkau telah mengajukan sekian bukti-bukti dan mengubur dalam-dalam sekian alasan. Engkau telah mengajukan ancaman sambil bermurah hati menawarkan harapan. Engkau telah membuat perumpamaan dan memperpanjang masa penangguhan.
Engkau telah menangguhkan (siksaan) padahal Engkau sanggup menyegerakan. Engkau memberi masa penangguhan, padahal Engkau kuasa mempercepat siksaan. Penangguhanmu bukan tanda kelemahan. Engkau menahan siksaan bukan tanda kelengahan dan kelemahan. Penantian-MU bukan pula ketakutan.
Semuanya itu terjadi agar hujjah-MU (pembuktian) lebih tersampaikan, kemuliaan-MU senantiasa lebih sempurna, kebaikan-MU lebih tetap. Nikmat-MU senantiasa berkembang dan berlipat. Demikian semua itu telah terjadi dan tetap akan terjadi seterusnya tiada henti dan tanpa batas.

Hujah-MU lebih banyak dari jumlah yang pernah dihitung. Kebaikan-MU tersebar lebih merata dari yang pernah disyukuri leh sekian makhluk-MU. Namun kini diriku terbuai oleh perilaku yang hanya membungkam tanpa memuji-MU. Diri ini tertekan dan tak kuasa untuk memanjatkan pujian pada-MU.
Kemampuanku terbatas dalam mengakui kekuasaan-MU. Bukannya semangat mengharap malah lebih karena kelemahan yang meliputi diri, Ya Ilahi.. Inilah hambamu yang kini menuju ke pangkuan-MU memohon karunia dan belas kasihan.

Maka limpahkanlah sejahtera kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, dengarkanlah bisikanku, kabulkanlah doaku. Jangan Engkau menutup hariku dengan kesia-siaan dan penuh kerugian, jangan tolak permintaanku. Hargailah keberadaanku yang bersujud dihadapan-MU. Kepada-Mu-lah kembali segala urusanku.

Sungguh Engkau tidak merasa susah tuk berbuat apa yang Engkau Kehendaki. Tidak pula Engkau merasa lemah dalam memberi apa yang diminta. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada rekayasa dan tidak ada kekuatan kecuali dengan izin Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Selasa, 10 Juli 2012

Kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam dan Nabi Ya’qub ‘alaihissalam



penulis Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar Thalib
Syariah Ibrah 22 - Februari - 2007 17:10:29
Di antara ni’mat Allah Subhanahu wa Ta’ala yg diberikan kepada Nabi Yusuf ‘alaihissalam adl dua keutamaan: Kebaikan yg bersifat lahiriah dan batiniah. Secara lahiriah Nabi Yusuf ‘alaihissalam adl seorang pemuda yg sangat tampan dan secara batiniah beliau memiliki akhlak yg sangat mulia. Dengan dua hal ini Nabi Yusuf ‘alaihissalam senantiasa bersabar ketika menjalani ujian-ujian yg diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala termasuk ketika digoda oleh wanita cantik dari kalangan bangsawan.
Kisah ini adl kisah paling menakjubkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan secara lengkap dan memaparkan dlm satu surat khusus secara terperinci dan jelas. Membaca surat ini saja sudah cukup sehingga tdk butuh penafsiran. Dan dlm surat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menguraikan keadaan Nabi Yusuf ‘alaihissalam mulai dari awal hingga akhir kisah. Lengkap dgn peralihan tempat kejadian pergantian situasi dan keadaan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ فِي يُوْسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِلسَّائِلِيْنَ
“Sesungguh ada beberapa tanda kekuasaan Allah pada Yusuf dan saudara-saudara bagi orang2 yg bertanya.”
Akan kami sebutkan beberapa faedah penting yg disimpulkan dari sejarah besar ini. Dengan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kami memulainya.
Beberapa Pelajaran Penting dari Kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam
Kisah ini merupakan kisah yg paling baik dan jelas. Di dlm dipaparkan berbagai peralihan dari suatu keadaan kepada keadaan lainnya; dari satu ujian ke ujian berikut dan dari sebuah ujian kepada karunia yg besar dari kehinaan kepada derajat kemuliaan dari rasa aman kepada rasa takut dan sebalik dan seterusnya. Maha Suci Allah yg telah menceritakan hal ini dan menjadikan sebagai pelajaran berharga bagi mereka yg bisa menggunakan akalnya. Di antara pelajaran tersebut adalah:
1. Diterangkan dlm kisah ini berbagai landasan pokok tentang ta’bir atau tafsir mimpi. Ilmu ta’bir mimpi ini adl ilmu yg cukup penting yg diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada siapa yg dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Dan umum hal-hal yg berkaitan serta dijadikan permisalan dan penyerupaan adl tentang sifat atau keadaan.
Dengan demikian mk sisi keterkaitan mimpi Nabi Yusuf ‘alaihissalam di mana beliau melihat matahari bulan dan sebelas bintang bersujud kepada adl sebagai berikut: Semua ini adl benda-benda yg menghiasi langit yg mempunyai berbagai manfaat. Begitu pula hal para nabi ulama orang2 pilihan mereka adl perhiasan di muka bumi. Dengan perantaraan mereka seseorang akan terbimbing dlm kehidupan di bumi sebagaimana dia terbimbing pula dgn cahaya dari langit .
Ayah dan ibu adl sumber sedangkan saudara-saudara adl cabang . mk sangat sesuai jika bentuk dan cahaya asal atau sumber lbh besar daripada cabang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa matahari atau bulan adl permisalan bagi ayah atau ibunya. Bintang-bintang menggambarkan saudara-saudaranya. Dan menyangkut hal ini bahwa orang yg bersujud menunjukkan penghormatan kepada yg dia sujudi. Dan yg menerima sujud ini dia diagungkan lagi dihormati. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Yusuf ‘alaihissalam menjadi seorang yg diagungkan dan dihormati oleh kedua ibu bapak serta saudara-saudaranya.
Namun hal ini tdk akan sempurna kecuali dgn beberapa pendahuluan yg menggiring kepada semua perkara ini. Di antara adl ilmu dan amalan serta sebagai pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan:
وَكَذلِكَ يَجْتَبِيْكَ رَبُّكَ
“Dan demikianlah Rabbmu telah memilihmu.”
Terkait dgn mimpi kedua pemuda yg dipenjara bersama Nabi Yusuf ‘alaihissalam beliau menta’birkan mimpi seorang di antara mereka yg memeras anggur. Dan ini menunjukkan bahwa orang yg melakukan pekerjaan ini biasa adl pelayan bagi orang lain. Juga kenyataan bahwa perasan anggur itu utk orang lain sedangkan pelayan biasa mengikuti yg dilayani. Atau dapat pula ditakwilkan memeras anggur di sini dgn memberi minum yg juga menunjukkan pelaku adl pelayan bagi orang lain. Oleh sebab itulah beliau menakwilkan kepada hal yg sesuai.
Adapun mimpi orang yg melihat diri membawa roti di atas kepala dan sebagian dimakan oleh burung beliau menakwilkan bahwa dia akan dibunuh dan disalib sehingga burung memakan otaknya.
Lalu beliau menafsirkan mimpi Raja Mesir yg melihat beberapa ekor sapi dan butir-butir gandum sebagai masa-masa subur dan paceklik. Hubungan adl bahwa melalui raja itulah terikat segala persoalan kemaslahatan rakyat. Apabila raja baik mk baik pula urusan rakyat dan apabila raja buruk urusan rakyat juga akan rusak. Inilah hubungan ketika dia melihat mimpi itu.
Apalagi tahun-tahun kesuburan dan paceklik terkait dgn keteraturan kehidupan atau tidaknya. Sapi termasuk alat utk membajak tanah dan mengolah pertanian. Di sini terlihat ada sebab dan akibat. dlm mimpi itu terlihat pula 7 ekor sapi gemuk dan 7 ekor sapi kurus 7 tangkai gandum yg hijau dan 7 tangkai yg kering. Maksud tentu akan ada 7 tahun yg subur yg disusul 7 tahun kekeringan. Apa yg didapatkan dari pertanian diambil dan tdk disisakan kecuali sedikit yg mereka simpan.
Kalau dikatakan darimana diambil pengertian ayat:
ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذلِكَ عَامٌ فِيْهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيْهِ يَعْصِرُوْنَ
“Kemudian setelah itu akan datang tahun yg pada manusia diberi hujan dan di masa itu mereka memeras anggur.”
Karena beberapa ahli tafsir mengatakan bahwa ini adl tambahan dari Nabi Yusuf ‘alaihissalam dlm menerangkan takwil mimpi menurut wahyu yg diterimanya?
Jawabnya: Persoalan tidaklah demikian. Sesungguh perkataan tersebut juga diucapkan berdasarkan mimpi raja itu. Karena masa-masa kekeringan hanya 7 tahun. Ini menunjukkan akan datang sesudah tahun-tahun kesuburan penuh keberkahan yg akan menghapus kekeringan yg terjadi pada masa paceklik yg tdk dapat terhapus oleh masa-masa subur yg biasa. Namun hanya akan hilang dgn masa subur yg luar biasa keadaannya. Ini sangat jelas dan termasuk mafhum al-’adad .
2. Di dlm terdapat dalil atau bukti tentang kenabian Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu dgn diceritakan sejarah ini secara terperinci dan panjang lebar kepada beliau sesuai kenyataan yg mempunyai maksud dan tujuan yg jelas. Padahal beliau tdk membaca kitab orang2 terdahulu. Bahkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tdk pernah belajar kepada seorangpun sebagaimana yg jelas diketahui oleh kaumnya. Beliau sendiri adl seorang ummi tdk pandai membaca dan menulis. Sebab itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ذلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهِ إِلَيْكَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ أَجْمَعُوا أَمْرَهُمْ وَهُمْ يَمْكُرُوْنَ
“Demikian itu di antara berita ghaib yg Kami wahyukan kepadamu padahal kamu tdk berada di sisi mereka ketika mereka memutuskan rencana dan mengatur tipu daya.”
3. Sepantas seorang manusia menjauhi faktor-faktor atau jalan yg mendorong kepada kejahatan. Dan hendak dia menyembunyikan hal-hal yg dikhawatirkan menimbulkan kemudaratan bagi dirinya. Sebagaimana perkataan Nabi Ya’qub kepada Yusuf dlm kisah ini:
لاَ تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَى إِخْوَتِكَ فَيَكِيْدُوا لَكَ كَيْدًا
“Janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu mk mereka akan membuat makar terhadapmu.”
4. Boleh menerangkan sesuatu yg tdk menyenangkan kepada seseorang dgn jujur dan sebagai nasehat bagi diri dan orang lain yg terkait. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang ucapan Nabi Ya’qub:
فَيَكِيْدُوا لَكَ كَيْدًا
“Maka mereka akan membuat makar terhadapmu.”
5. Bahwa keni’matan yg diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada seseorang adl ni’mat pula bagi orang2 yg berkaitan atau berhubungan dengan baik keluarga kerabat ataupun sahabat-sahabatnya. Tentu semua itu mencakup atau meliputi mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَعَلَى آلِ يَعْقُوْبَ
“Dan disempurnakan-Nya ni’mat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub.”
Yaitu dgn semua yg engkau terima. Oleh krn itu ketika ni’mat itu semakin sempuna dirasakan oleh Nabi Yusuf keluarga Nabi Ya’qub juga mendapatkan kemuliaan kekuasaan dan kegembiraan. Hilanglah hal-hal yg tdk menyenangkan yg selama ini mereka rasakan dgn muncul hal-hal yg menyenangkan sebagaimana disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di akhir kisah ini.
6. Nikmat paling besar yg dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia adl ni’mat diniyah . Dan semua itu harus ada sebab-sebab yg mendahului serta jalan-jalan yg membawa kepada keni’matan ini. Karena sesungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala –Yang Maha Memiliki hikmah dan mempunyai sunnah yg tdk berubah– telah menetapkan bahwa cita-cita yg tinggi tdk mungkin tercapai kecuali dgn sebab yg bermanfaat. Khusus dlm hal ini adl ilmu bermanfaat berikut cabang-cabang seperti akhlak dan perbuatan. Oleh krn itulah Nabi Ya’qub mengetahui bahwa Yusuf telah mencapai kedudukan yg mulia ini di mana ayah ibu serta saudara-saudara tunduk hormat kepadanya. Semua ini sudah tentu dgn kemudahan yg Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada Nabi Yusuf utk menempuh sebab atau jalan menuju derajat yg tinggi ini. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَكَذلِكَ يَجْتَبِيْكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيْلِ اْلأَحَادِيْثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ
“Dan demikianlah Rabbmu telah memilih kamu dan mengajarkan kepadamu sebagian takwil mimpi dan menyempurnakan ni’mat-Nya kepadamu.”
7. Sikap adil adl perkara yg sangat dituntut dlm tiap permasalahan. dlm masalah hubungan penguasa dan rakyat kedua orang tua dgn anak-anak hak-hak para isteri dan lain-lain yg juga berkaitan dgn hubungan kasih sayang dan itsar . Menegakkan keadilan dlm tiap permasalahan ini akan berbuah keserasian semua persoalan besar dan kecil sekaligus akan mendatangkan segala sesuatu yg disenangi.
Sebalik apabila keadilan itu tdk ada jelas akan menyebabkan kerusakan dan hal-hal yg tdk menyenangkan tanpa terasa. Karena itulah ketika Nabi Ya’qub ‘alaihissalam melebihkan rasa kasih sayang terhadap Yusuf menimbulkan ketidaksenangan pada saudara-saudara Yusuf terhadap ayah dan saudara mereka ini.
8. Peringatan keras tentang bahaya dosa. Betapa banyak dosa yg melahirkan dosa-dosa berikutnya. Perhatikan kejahatan yg dilakukan oleh saudara-saudara Yusuf. Mereka ingin memisahkan Yusuf dari ayah dan ini adl suatu kejahatan. Kemudian mereka melancarkan berbagai muslihat. Mereka berdusta hingga beberapa kali misal dgn menunjukkan baju Nabi Yusuf yg berlumur darah palsu kepada Ya’qub. Juga ketika mereka pulang sore hari sambil menangis. Jelas bahwa ucapan-ucapan yg terdapat dlm kasus ini berantai dan berbelit-belit.
Bahkan tdk jarang hal ini berlanjut ketika mereka berkumpul dgn Yusuf dan tiap kali membahas masalah ini. Namun semua adl dusta dan palsu dgn musibah yg terus menimpa Nabi Ya’qub serta Nabi Yusuf. mk hendaklah seorang manusia berhati-hati dari perbuatan dosa terutama dosa yg datang susul menyusul.
Lawan dari ini semua adl sebagian ketaatan yg merupakan satu ketaatan akan tetapi manfaat berkelanjutan. Demikian pula berkahnya. Bahkan semua ini dapat dirasakan tdk hanya oleh pelaku tapi juga oleh orang lain. Semua ini merupakan pengaruh paling besar dari berkah yg Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada seseorang baik dlm ilmu dan amalannya.
9. Pelajaran berharga bagi seorang hamba bergantung kepada kesempurnaan di akhir perjalanan bukan pada kekurangan yg ada di awalnya. Begitu pula hal anak-anak Nabi Ya’qub ‘alaihissalam. Terjadi berbagai kekeliruan di awal kisah kehidupan mereka. Kemudian semua itu berujung pada taubat nashuha pengakuan yg tulus dan pemaafan yg sempurna dari Yusuf dan ayah mereka serta doa kebaikan dan ampunan serta rahmat bagi mereka. Kalau seorang manusia telah memberikan keringanan atau memaafkan seseorang berkaitan dgn suatu hak tertentu mk Allah Subhanahu wa Ta’ala lbh berhak berbuat demikian. Dan Dia adl Sebaik-baik Yang Penyayang lagi Maha Pengampun.
Oleh krn itulah yg paling benar dari semua pendapat yg ada bahwa sesungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan mereka sebagai nabi dgn menghapus semua kekeliruan yg telah mereka lakukan. Seakan-akan pernyataan ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَإِسْمَاعِيْلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوْبَ وَاْلأَسْبَاطِ
“Dan pula dgn apa yg diturunkan kepada Ibrahim Isma’il Ishaq Ya’qub dan al-asbath.”
Al-Asbath adl anak-anak Ya’qub yg duabelas orang dan anak cucu mereka. Pendapat ini diperkuat dgn mimpi yg dilihat Nabi Yusuf bahwa mereka adl bintang-bintang yg mempunyai cahaya dan petunjuk. Semua ini adl sifat-sifat yg juga terdapat pada diri para nabi. Seandai mereka bukan tergolong nabi mereka adl para ulama di kalangan hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala.
10. dlm kisah ini diterangkan betapa besar anugerah yg Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada Yusuf berupa ilmu hilm akhlak yg mulia berdakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada agama-Nya. Juga pemberian maaf yg segera dilakukan terhadap saudara-saudara yg bersalah. Hal itu semakin lengkap ketika beliau mengatakan bahwa tdk ada cercaan atas mereka sesudah pemaafan ini. Kemudian kebajikan yg besar kepada kedua ibu bapak limpahan kebaikan kepada saudara-saudara serta makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala pada umumnya. Semua ini sangat jelas tergambar dlm sejarah hidup Nabi Yusuf ‘alaihissalam.
11. Sebagian kejahatan lbh ringan dari yg lain. Menempuh suatu kemudaratan yg lbh ringan dari dua mudarat yg ada jelas lbh utama. mk tatkala saudara-saudara Nabi Yusuf mengatakan :
اقْتُلُوا يُوْسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا
“Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah.”
Lalu ada yg memberikan saran :
لاَ تَقْتُلُوا يُوْسُفَ وَأَلْقُوْهُ فِي غَيَابَةِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِيْنَ
“Janganlah kamu bunuh Yusuf tetapi lemparkanlah dia ke dasar sumur supaya dipungut oleh sebagian musafir kalau kamu hendak berbuat.”
Tentu perkataan ini lbh baik dari pendapat yg lain dan lbh ringan. Sehingga berdasarkan hal ini pula menjadi ringan pula dosa mereka. Ini merupakan sebagian dari sebab atau jalan yg telah Allah Subhanahu wa Ta’ala takdirkan bagi Nabi Yusuf utk mencapai derajat yg diinginkan.
12. Segala sesuatu yg diperoleh dari suatu usaha dan menjadi bagian dari harta namun orang2 yg mengusahakan tdk mengetahui bahwa itu tdk dilandasi syariat mk tdk ada dosa bagi yg langsung memperjualbelikan memanfaatkan atau menggunakan utk suatu kepentingan. dlm kisah ini boleh dikatakan Nabi Yusuf dijual oleh saudara-saudara dgn cara yg diharamkan bagi mereka. Kemudian beliau dibeli oleh sebagian musafir berdasarkan anggapan bahwa beliau adl budak saudara-saudaranya. Setelah itu mereka membawa ke Mesir dan menjual kembali.
Tinggallah beliau bersama majikan sebagai seoang pelayan atau budak. Namun di tengah-tengah mereka Nabi Yusuf adl seorang pelayan yg dihormati. Allah Subhanahu wa Ta’ala menamakan jual beli yg dilakukan musafir itu muamalah dgn alasan yg telah kami paparkan.
13. dlm kisah ini disebutkan bahaya berkhalwat dgn wanita ajnabiyah khusus wanita-wanita yg dikhawatirkan akan menjerumuskan kepada fitnah. Juga anjuran agar menjauhi perasaan cinta atau suka yg dapat menimbulkan mudarat.
Dalam kisah ini disebutkan bagaimana isteri pembesar tersebut mengalami hal ini krn sendirian bersama Yusuf ditambah lagi rasa cinta yg demikian hebat sehingga akhir dia menggoda Yusuf dgn cara sedemikian rupa. Akan tetapi kemudian dia justru mengingkari bahwa dialah yg merayu Nabi Yusuf sehingga akhir Nabi Yusuf dipenjara utk waktu yg lama.
14. Keinginan yg ada dlm diri Nabi Yusuf yg kemudian beliau tinggalkan krn Allah Subhanahu wa Ta’ala dan krn bukti keimanan yg Allah Subhanahu wa Ta’ala letakkan dlm hati termasuk hal-hal yg menaikkan derajat beliau semakin dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena suatu keinginan adl salah satu faktor pendorong yg timbul dari hawa nafsu yg selalu menyuruh kepada kejahatan. Ini adl naluri atau tabiat yg ada pada anak Adam .
Maka apabila keinginan itu terlaksana dgn kemaksiatan dan tdk ada sesuatu baik keimanan ataupun rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yg menghalangi dari kemaksiatan itu mk dia telah terjatuh kepada dosa. Dan jika seseorang itu beriman sempurna mk keinginan naluriah ini apabila dihadapi oleh iman yg benar dan kuat akan mencegah dari pengaruh yg ditimbulkan oleh keinginan tersebut meskipun dorongan itu demikian hebat. Dan Nabi Yusuf ‘alaihissalam berada di atas tingkatan ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لَوْلاَ أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ
“Andaikata dia tdk melihat tanda dari Rabbnya.”
Hal ini ditunjukkan pula dlm ayat:
كَذلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوْءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِيْنَ
“Demikianlah agar Kami memalingkan daripada kemungkaran dan kekejian. Sesungguh Yusuf termasuk hamba-hamba Kami yg terpilih.”
Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mengistimewakan dan kekuatan iman serta keikhlasan Allah Subhanahu wa Ta’ala melepaskan beliau agar tdk terjerumus kepada perbuatan dosa. Jelas dari kisah ini bahwa Nabi Yusuf adl termasuk segelintir manusia yg takut kepada kebesaran Rabb dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Beliau termasuk yg paling tinggi derajat di antara 7 golongan dari orang2 yg Allah Subhanahu wa Ta’ala lindungi dgn naungan-Nya pada hari yg tdk ada lagi naungan selain naungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkan dlm sabda beliau bahwa salah satu dari tujuh golongan itu adl seorang laki2 yg dirayu oleh seorang wanita kaya dan cantik jelita namun laki2 itu berkata: “Sesungguh aku takut kepada Allah.”1
Sementara keinginan wanita itu yg tdk ada yg menghalangi tetap mendorong utk merayu Nabi Yusuf. Adapun keinginan yg muncul pada Nabi Yusuf kemudian lenyap dgn seketika setelah melihat burhan dari Rabbnya.
15. Keimanan yg telah tertanam dlm kalbu seseorang kemudian hati itu diterangi cahaya ma’rifat dan iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala menunjukkan bahwa dia adl seorang yg ikhlas krn Allah Subhanahu wa Ta’ala dlm segenap keadaannya. Allah Subhanahu wa Ta’alaakan menjauhkan dari tiap kejahatan dan kekejian dgn tanda keimanan itu. Bahkan juga menjauhkan dari berbagai jalan kemaksiatan sebagai balasan keimanan dan keikhlasannya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan bahwa hal-hal inilah yg menjadi alasan Dia menjauhkan kejelekan dan kekejian itu dari Nabi Yusuf. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
كَذلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوْءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلِصِيْنَ
“Sesungguh Yusuf termasuk hamba-hamba Kami yg mukhlis .”
Arti seperti ini apabila disandarkan kepada bacaan yg melafadzkan bunyi lam pada kata mukhlas dikasrah sehingga dibaca mukhlis yg arti sebagaimana yg tercantum. Sedangkan menurut bacaan yg melafalkan lam dgn bunyi a tadi arti ialah apabila seorang hamba yg telah Allah Subhanahu wa Ta’ala bersihkan dan Allah Subhanahu wa Ta’ala pilih mk tentulah dia seorang yg mukhlis dgn demikian kedua pengertian ini saling berkaitan.
16. Apabila seseorang diuji dgn berada di tempat yg mengandung fitnah dan jalan yg membawa kepada kemaksiatan hendak dia segera berupaya menghindar dan meninggalkan tempat itu semampunya agar selamat dari kejahatan tersebut. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Yusuf yg menyelamatkan diri menuju pintu keluar sementara wanita itu berusaha menarik baju dari belakang.
17. Suatu qarinah atau hal-hal yg mendukung dapat digunakan ketika terjadi kesamaran dlm suatu tuduhan. Arti perlu saksi dlm menentukan suatu keputusan dari suatu kasus di mana dlm kasus Nabi Yusuf ini ditetapkan dgn ada qarinah . Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
إِنْ كَانَ قَمِيْصُهُ قُدَّ مِنْ قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الْكَاذِبِيْنَ. وَإِنْ كَانَ قَمِيْصُهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ الصَّادِقِيْنَ
“Jika baju koyak di muka mk wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang2 yg dusta. Dan jika baju koyak di belakang mk wanita itulah yg dusta dan Yusuf termasuk orang2 yg benar.”
Akhir keputusan sesuai dgn fakta yg benar. Juga qarinah terdapat piala raja di dlm karung saudara ketika para penjaga itu menyebutkan bahwa mereka kehilangan piala raja.
17. dlm kisah disebutkan tentang ketampanan lahir batin yg dimiliki Nabi Yusuf. Dari ketampanan lahiriah yg dimiliki menyebabkan tumbuh rasa cinta begitu hebat dlm diri wanita bangsawan itu. Dan ketika dia mendengar para wanita di kota itu mencela dia mengundang mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَأً وَآتَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سِكِّيْنًا وَقَالَتِ اخْرُجْ عَلَيْهِنَّ فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلاَّ مَلَكٌ كَرِيْمٌ
“Maka tatkala wanita itu mendengar cercaan mereka diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakan bagi mereka tempat duduk dan diberikan kepada masing-masing mereka sebuah pisau lalu dia berkata : ”Keluarlah kepada mereka!” Tatkala para wanita itu melihat mereka kagum akan dan mereka mengiris jari mereka dan berkata: “Maha Suci Allah. Ini bukanlah manusia. Sesungguh ini tdk lain adl malaikat yg mulia.”
Sedangkan keindahan batin beliau terlihat dari sikap ‘iffah yg besar pada diri beliau seiring dgn ada dorongan yg kuat utk terjerumus kepada kemaksiatan. Akan tetapi cahaya keimanan dan kekuatan keikhlasan yg tdk mungkin seorang mulia menyimpang dari kedua dan tdk mungkin terkumpul pada orang yg hina .
Bahkan telah dijelaskan pula oleh isteri pembesar itu bahwa dua karakter ini ada pada diri Nabi Yusuf. Yakni ketika dia memperlihatkan kepada para wanita itu kecantikan lahiriah yg diakui pula oleh mereka bahwa kecantikan ini tdk mungkin ada pada manusia isteri pembesar itu berkata sebagaimana yg Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan dlm ayat:
وَلَقَدْ رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ
“Dan sesungguh aku telah menggoda dia utk menundukkan diri kepadaku tapi dia menolak.”
Kemudian dia mengatakan pula sesudah perkataan itu:
اْلآنَ حَصْحَصَ الْحَقُّ أَنَا رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِيْنَ
“Sekarang jelaslah kebenaran itu akulah yg menggoda utk menundukkan diri kepadaku dan sesungguh dia termasuk orang2 yg benar.”
18. Nabi Yusuf ‘alaihissalam lbh memilih dipenjara daripada terjerumus kepada kemaksiatan. Demikianlah seharus ketika seseorang dihadapkan kepada satu dari dua pilihan; jatuh kepada kemaksiatan atau menerima hukuman dunia. Seharus dia memilih hukuman duniawi yg justru di balik itu terdapat pahala dari beberapa sisi pahala atas pilihan terhadap keimanan daripada keselamatan dari hukuman dunia pahala dari segi bahwa hal ini adl bentuk penyucian dan pemurnian seorang mukmin di mana hal ini termasuk dlm kerangka jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Juga pahala dari sisi musibah yg diterima serta sakit yg dirasakannya.
Maha Suci Allah yg memberikan keni’matan dan menunjukkan kelembutan-Nya kepada hamba-hamba pilihan-Nya melalui cobaan atau ujian-Nya. Hal ini juga merupakan tanda-tanda keimanan dan kebahagiaan.
1 HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah dlm Shahih- no. 620 1334 6308.
Sumber: www.asysyariah.com